Keep Our Dreams Alive, And We Will Survive "by:(@Michieyoo)ミシェル"

Jumat, 30 November 2012

Pelangi Kata Flash Fiction #3


Gagal Mup-On
(By: Michieyo)


Aku berjalan pulang sendirian dari sekolah dengan headset di kepala dan permen lolipop di mulut.  Sambil berjalan dan melompat kecil mengikuti irama musik yang merambat ke telinga.
Aku berjalan di pinggiran trotoar sambil merentangkan tangan guna menyeimbangkan tubuh, agar tidak jatuh. Tidak lama aku berhenti, jalan trotoarnya buntu karena ada belokan, aku berniat untuk berlari ke seberang untuk naik trotoar lagi.. tapi sesaat aku menoleh kekiri, sesaat aku terhipnotis, matahari senja seolah memanggilku untuk mampir sebentar. Dan aku melakukannya, aku pun berbelok ke arah senja, mempercepat langkahku, naik ke tangga kecil kemudian duduk di tepi danau, aku tak tahu ternyata dari sini bisa melihat matahari terbenam dengan indahnya, merah, jingga. Angin berhembus, tiba-tiba terdengar dari headsetku “still stuck in that time, when we called it love, but even the sun sets in paradise…” suasana hatiku pun seolah mengikuti warna senja, teringat bahwa seseorang yang sangat dekat denganku terasa sangat jauh, bagaikan senja… terlalu jauh untuk di gapai, bagaikan bintang… terlalu jauh untuk di raih. Musik terus mengalun “If happy ever after did exist, I would still be holding you like this…” air mata mengalir mulus, ternyata masih ada rasa yang tersisa.. Huuft…lelah aku membunuh perasaan ini, ternyata tidak mati-mati juga. Segitu kuat kah radiasi pesona mu sehingga efek sampingnya masih melekat di setiap kepingan hatiku.. “I gave you my love to borrow, but you just gave it away…”. Aku berdiri lalu kulemparkan lolipop yang sudah habis ku gigit, sejauh mungkin.. Aku muak mengingat semua kebohongannya. Aku pergi.. selamat tinggal senja. aku sukses mencintainya, tapi aku gagal membunuh perasaan menyakitkan ini…aku gagal…



@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@-@

Poem from: Pelangi Kata

Pelangi senja.
Dulu kukagumi kau tanpa jeda. Sampai saat warnamu membias palsu.
Terhenyak kutertipu.
Bagaimana bisa aku rindu.
Kau nyata atau tidak, aku tak bisa tahu
Sedasawarsa hati merindu gaduh.
Sampai saat pelangi itu pudar
Rasaku tertambat liar
Tercabik pesonamu yang bingar

Jumat, 23 November 2012

Pelangi Kata Flash Fiction #2


Knowing You, Meeting You, and
FALL


(Karya Michieyo)




(Knowing you, meeting you, falling in love with you = Out of my control.)

Hey.. Aku takut pada cinta… kau datang di hidupku lalu seolah memasang perangkap, dan aku terkena jeratanmu.. ah… terpaksa aku jatuh cinta padamu.. terkadang ada rasa ingin mendekapmu. Hangat..aku hanya sanggup membayangkan. Tapi dia datang lalu menangis dan kau mendekapnya.. Aku iri…
Awalnya kebahagiaan diriku adalah ketika aku bertemu dengan orang sepertimu yang bisa membangkitkan semangatku, yang membuat hidupku berarti, ketika kekuatan itu berada pada senyummu dan pada setiap kata yang terucap. Tapi ketika kata yang kau ucap tentang dia, aku sedih. Ketika senyummu itu juga kau berikan padanya aku pun rapuh, hancur berkeping-keping. Sanggupkah aku menahan perih yang menumpuk hari demi hari.  Akhirnya aku mengerti… “Perihku itu kau….”
 “Eh tau nggak, ternyata dia juga suka padaku, thanks ya udah membantu perjalanan cintaku, aku yakin dia benar-benar cinta sejatiku. Aku bahagia sekali punya sahabat sepertimu… aku harap kita bisa bersahabat selamanya hehehe..”  Dan…Bahagiamu itu Aku..
Terkadang memang aku berada dalam kata yang kau sebutkan sebagai “sahabat selamanya” terkadang kata ‘selamanya’ tidak terlalu menyengankan bahkan menyakitkan.. terkadang kau sebut aku pembawa keberuntungan, terkadang kau sebut aku adalah kebahagiaanmu, terkadang kau sebut aku menyenangkan, lucu, dan saat itulah aku mengerti bahwa Kau adalah rasa yang tak mampu kubaca.. ternyata aku tak mengerti apa arti dari semua kata untukku itu… ternyata aku salah.. 

===================================================================




Poem from Pelangi Kata:



Kulepas paksa kau jerat erat
Kudekap hangat kau melekat

Perihku itu Kau
Bahagiamu itu Aku

Aku adalah kata yang kau tulis
Dan Kau adalah rasa yang tak mampu kubaca

Jumat, 16 November 2012

Pelangi Kata Flash Fiction #1


I Missing U
(By: Michieyo)

Pagi ini aku terbangun, suara gemercik diluar membangunkanku, Aku beranjak dari tempat tidurku yang nyaman. Entah kenapa aku melakukannya. Padahal biasanya, untuk berpisah dengan tempat tidurku itu adalah hal yang tersulit untuk dilakukan di pagi hari. Tapi tidak hari ini. Aku keluar dari kamarku lalu membuka pintu depan rumahku, dan duduk di teras menikmati hujan di pagi hari ini. Hening. Yang terdengar hanya gemercik hujan yang menyentuh tanah dan jalanan, sungguh pemandangan indah di pagi hari, setelah sekian lama tidak pernah hujan, dan hujan pagi ini sungguh sangat langka untuk dilewatkan begitu saja. Aku mencoba menarik nafas untuk sekedar mencium wangi hujan pagi ini, menenangkan pikiran, mendengarkan nada percikan air yang dapat membuatku tenang sesaat, melupakan semua beban hidup  yang menumpuk, semua kesedihan dan kebahagiaan sirna, entah apa yang kurasakan saat ini. Mungkin nyaman. Setelah berlarut-larut menikmati hujan, aku berbisik “I miss U” lalu masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap pergi sekolah.
Sesampainya aku di gerbang sekolah, dari kejauhan aku melihat sosok seseorang. Aku dan dia, berlari kecil menghindari percikan rintikan hujan yang masih tersisa. Setelah sampai ditempat yang cukup aman kami saling melempar senyum. Dia adalah seseorang yang selama ini ku kagumi, seseorang yang kusukai, yang senyumnya selalu kuingat, Seandainya aku bisa hanya untuk sekedar mengintip isi hatinya, apakah ada ruang untukku masuk kedalamnya dan merasakan apa itu cinta, dan mengapa aku begitu merindukannya.. dan entah mengapa ketidakpastian ini seolah menyiksaku. Dan aku memberanikan diri menyapa
“Hai..pagi yang dingin ya” kata ku sambil tersenyum
“Hi juga....ya begitulah, tapi aku suka hujan kok” jawabnya sambil membalas senyumku.
“Aku juga suka sama.......hujan” jawabku sedikit iseng.
“Ya, karena tanpa hujan kita gak akan bisa melihat pelangi kan?”
“Hahaha iyap.. tapi apakah menurutmu hujan pagi ini ada artinya?”
“Kurasa ada… mungkin untuk mempertemukan kita pagi ini, percaya nggak? tanya nya dengan wajah menggemaskan.
“Percaya!! Dan kurasa hujan pagi ini juga menjawab semua pertanyaanku.” dia mengerutkan dahi tampak bingung, tapi aku hanya tersenyum, lalu mengucapkan kata perpisahan dan aku menaiki tangga menuju kelasku, dan dia belok ke kanan menuju kelasnya. Aku menatap langit dan berbisik “Thankyou”

+-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-++-+-+
Poem from Pelangi kata:

Apa yang meyakinkanmu ini cinta ?
Setiap kali berjarak, aku ingin cepat-cepat kembali kepadamu. 
Rindu...

Rindu itu perjalanan titik temu. 
Nilai terindahnya adalah kerelaan menanti dalam kecemasan, 
juga ketidakpastian.

Demi apa ? Demikian aku mencintaimu ...

Senin, 29 Oktober 2012


LECHI
(Part 2)

        Sudah lama sejak gue dan sheila melalui masa-masa SMP yang melelahkan bersama, dan setelah lulus SMP, kami dipisahkan oleh jarak… dia terkutuk, dan dilemparkan ke Jogja untuk sekolah di sana.. dan tebak sekolahnya dimana?? DI ASRAMA MAMEN.. dan gue membayangkan betapa buruk nasibnya si Sheila kalo sekolah di asrama, gue ngebayangin dia nyuci baju sendiri, makan tempe,tahu,telor tiap hari.. gue mulai yakin bahwa dia pasti berhasil kurus setelah di lemparkan di asrama. Nah… pas tanggal 24-Oktober-2012 dia balik ke Karawang… Guess what.. TAMBAH GENDUUUT.. okelah gak parah banget gendutnya, gak sampe berton-ton gitu, tapi tetep aja yaampuun.. setidaknya kurusan dikit kek gitu.. malah tambah Chubby aja itu pipi udah kayak pantat buset masih aja dipelihara.. (peace ^^v)  lagian orang yang hobby makan kayak Sheila emang sedikit rada susah kalo mau kurus itu ya.. lah gue sendiri makan bergentong-gentong naik satu kilo aja kagak.. larinya ke jamban semua.. hadeh. Gue mulai merasa cara kerja perut gue mulai terkutuk… makan bojer makan boker.. kapan jadi lemaknya… LUPAKAN
Pokoknya di hari kamis gue pulang sekolah dan langsung mampir ke rumahnya Sheila untuk bertemu, seperti biasa.. nyampe di depan rumah sheila gue langsung nge-scream “SELAAAAA…SELAAAAA” kayak orang kesurupan minta pisang ditabok. Terus dari dalem terdengar teriakan dia juga.. “MICHELLEEEEEEE” belum juga keluar udah teriak.. kan gokil yak.. (kata gue sih gokil) terus pas keluar tuh anak yang keliatan duluan pipinya BAHAHA (peace lagi ^^v). dengan wajah berseri dia menghampiri gue sambil berlari-lari ala slow motion.. terus gue turun dari motor dan BRUK gue kesandung.. enggak lah boong ih.. gue langsung meluk Sheila… hikss terharu diriku mengingatnya :’)  . tapi itu pertemuan singkat setelah hanya berbincang tentang bahwa SHEILA KALAH TARUHAN.. kita taruhan pokoknya gak boleh ada yang potong rambut, dan GUE MENAAANG YEY!! Tapi taruhannya goceng doang sih ehehehee ^^ pokoknya Sheila kalah, rambutnya dipotong pendek dan gue masih tetep mempertahankan rambut gue yang lebih mirip sapu ijuk, dan mungkin Keset kaki masih lebih halus kali ya dari rambut gue (lebay dikit), dan setelah berbincang di rumah Sheila, kita janjian di FOOD FEST Resinda jam 7 buat ngobrol-ngobrol.
          TENG-TENG pas jam 7 kita di food fest.. dan gue mendengarkan semua ocehan Sheila tentang sekolah barunya, apa aja deceritain, dari bentuk sekolahnya, spesies temen-temen nya, makanannya, suntuknya, guru-gurunya, kaka kelasnya, WC nya kamarnya, dan lain-lain. momen-momen gilanya. Soal momen gila, gue inget dia cerita begini:
          “Eh Chelle, tau gak sih pas gue dateng ke sono, berasanya gue itu yang putih sendiri, gue spesies langka disono, MADE IN CHINA FEAT SUNDA. Lu bayangin disono pada medok-medok ngomong jowo, kadang kalo gue kesel gue maki-maki aja pake bahasa sunda. Dan temen sekamar gue buset… KUTUAN.. dan gue kalap langsung motong rambut takut kutu-kutu temen sekamar gue terbang-terbang imigrasi ke kepala gue, makanya gue potong rambut, kalo temen sekamar gue gak kutuan sih gue yang menang taruhan , dan lo tau gak seeehh……..” si Sheila nyerocoooos terus kayak knalpot Vespa, tapi gue kangen bawelnya anak itu, jadi gue dengerin aja sambil nahan kentut dan ikutan ngakak.
          Lalu momen penting lainnya gue diajak makan-makan di A&W dan di J.CO (pamer dikit, padahal mah di teraktir) di KCP (mall baru gitu deh di Karawang). Sheila itu adalah Sobat gue yang paling ROYAL eh tunggu.. ROYAL APA LOYAL? Gatau deh pokoknya dia itu baik dan gak pelit deh kalo sama orang, beneran deh dia itu selalu menjadi malaikat penolong gue disaat lapar hiks…hikss.. terharu.. jadi inget masa-masa SMP pas di terakit makan MIE Ayam gocengan… haduh jadi ingin nangis *meres sapu tangan*:’)
Dan momen-momen terakhir adalah makan sate dan makan Jagung bakar.. Gue Sheila dan Dilan, malam itu tanggal 27 Oktober 2012 bakar-bakar jagung sebelum tanggal 29 nya dia mau pulang lagi ke Jogja.. Sesungguhnya momen terakhir ini  yang paling berkesan, waktu itu adalah masa-masa kangen bangetnya ngumpul ber-3 kayak gini, sambil bakar jagung lagi, Sheila bagian ngolesin mentega di Jagungnya, Dilan ngipas-ngipasin ARANG, dan sedangkan gue??… bantu liatin sambil komat-kamit bacotin jampe-jampe, terus gue ditampol deh disuruh bantuin ngipasin Arang, sedih bener hahahaa keenakan yah gue.. pengen bagian makannya aja gue, ckckckckck dan disitulah momennya gue ngelawak dan berhasil lucu (?) segala yang lucu keluar malam itu, semua nya saling berbagi cerita, dan saling melemparkan HINAAN, seperti dulu kala. Pokoknya yaampun momen bahagia banget saat itu :’) tapi gak hanya ber-3 karena ada adek gue Jethro, dan adeknya sheila Puja, mereka bantuin ngipas-ngipas juga kadang-kadang, terus sambil ngipas sambil ketawa-ketawa, sambil ngakak sambil ngolesin mentega dan air garem.. awalnya gue gak yakin bakal jadi apa jagung bakarnya, gue gak berniat memakannya sebenarnya, tapi momen bakar-nakarnya itu yang seru.. gue udah yakin aja rasa jagunya NANO NANO, tapi pas gue coba satu gigitan.. ASOOOOY.. ENAK SUMPAH GABOONG.. apa karena gue lagi laper ya.. gatau deh pokoknya enak hehe.. dan saat-saat terakhir kita ber-4 main kartu, coba tebak main apa?? MAIN TEPUK NYAMUK !! gak tau apa gue masternya.. MUEHEHE.. kalo ada olimpiade main tepuk nyamuk gue ikutan deh dimana aja kapan saja. Terus aja deh kita main ber-4 ditambah ngakak + guling-guling nya, ditambah cacian makian yang selewat-selewat (biasa anak muda) dan hingga larut malam dan waktu pun memisahkan kita dengan kejamnya. Dan kami pun pulang dari rumah Sheila. Ada sesuatu yang di dapat, bahwa teman kadang bisa seperti saudara, bisa sangat begitu dekat, dengan segala yang gue lalui bersama sahabat gue, apapun itu, konflik atau apa pun, sebenarnya itu membuat persahabatan kita semakin erat. Bagaimana pun sampai selama lamanya kita akan tetap bersahabat. SELAMA-LAMANYA.. CAMKAN ITU !! hehe ^^ 

Minggu, 30 September 2012


Pom-Pom
(by: @Michieyoo)
(28 September 2012)

“Malaikat penolong itu ada , mungkin disebelahku sekarang”
Michieyo


        Ini adalah sebuah cerita yang menarik (kayaknya), sebagian serpihan dari kehidupanku yang menarik untuk diceritakan, tapi entahlah kalau untuk dibaca, biar kalian yang bisa membaca saja yang menilai.
        Suatu hari, di sekolahku mengadakan acara sejenis pensi dimana setiap kelas harus menyumbang sebuah penampilan, dan kelasku ingin menampilkan “Dance” atau “Modern Dance” atau apapun lah nama nya yang joget-joget itu.. dan aku sebagai anak saat itu cupu banget dan sedikit susah bergaul sama orang-orang yang populer, karena aku tidak terlalu nyaman bergaul dengan teman yang suka ngomongin orang, dan mungkin juga mereka membenciku karena mereka pernah mengajakku untuk bergabung dengan gank mereka, mereka berjumlah 4 orang dan udah tentu cewe semua, dan mereka cukup pintar di kelas, dan “populer” pastinya. Dan saat itu aku hanya mempunyai satu teman dekat yaitu Vivi,  aku bergaul dengan yang lainnya juga, tetapi teman yang paling dekat yaitu dengan Vivi, kalian juga pasti punya teman dekat kan? dan yang bisa diajak selalu bersama. Dan hari-hari latihan pun datang.. pensi semakin dekat, aku tidak pernah suka tampil di atas panggung dengan menari atau berjoget-joget atau berdance atau apapun yang menggerakkan badanku, aku merasa badanku seperti tengkorak berjalan diatas panggung menari-nari seperti orang konyol, I know…
I know… percaya diriku sangat payah. Dan aku terpaksa harus melakukannya karena satu kelas “WAJIB” ikut serta menampilkan sesuatu.. dan aku tidak punya kekuatan untuk mengatakan bahwa “AKU GAK SUKA MELAKUKAN TARIAN KONYOL” yang meskipun gerakannya keren, lagunya keren, aku lebih suka menontonnya saja daripada yang melakukannya. Meskipun saat ini aku suka berjoget-joget ria di kamar, tapi itu hanya untuk menghilangkan setres dan aku melakukan tarian random biar seperti orang gila sekalipun kadang melakukan hal “randomdance” seru juga.. tapi tidak di panggung… dan dilihat orang… Dan saat HARI PENTAS SENI MENGERIKAN itu tiba… kau tau bencana apa yang ku dapat? Aku lupa bawa “POM-POM” … tau kan pom-pom? Sesuatu yang seperti rambut warna-warni yang biasa dipakai cheerleaders di film-film.. tapi kali ini pom-pom yang terbuat dari kertas krep warna-warni..dan kau tahu apa yang dilakukan orang-orang yang membencimu? YAP.. aku dijutekin, dimarahin, mereka sang 4 bidadari menatapku dengan sinis yang mematikan dan aku nyaris ingin lompat dari lantai atas dan ingin pergi selamanya dari sekolah yang menampung orang-orang mengerikan seperti itu.. kenapa aku harus dimarahi? Apakah sesuatu yang buruk tidak membawa pom-pom? Mereka mengatakan  itu hal yang mengerikan seperti: “APA KAU BILANG?? KAU TIDAK MEMBAWA POM-POM MU?” dan seperti “AKU TAK PERDULI LAGI DENGAN MU.. TERSERAH KAU MAU APA” dan aku yang seperti hamster kecil yang merasa sendirian hanya bisa menahan tangis, oh iya saat itu Vivi berusaha menenangkan 4 bidadari tersebut sambil berkata “Yaudah lah gak apa-apa dia kan di belakang gak akan kelihatan kok” dan Vivi adalah orang yang setidaknya tidak di benci 4 bidadari, karena Vivi sangat asik diajak ngobrol, dia mudah beradaptasi dengan setiap orang, dia bisa menyesuaikan karakter apa yang harus dia pakai saat bergaul dengan orang yang berkarakter seperti 4 bidadari itu. Sedangkan aku? Apa adanya.. jika aku merasa tak nyaman maka aku tak akan mendekati orang-orang yang membuatku tidak nyaman… lalu setelah caci makian yang seru dilontarkan dan aku hanya diam terisak menahan tangis, dan berusaha tegar, bahwa buat apa aku nangis buat mereka, meski aku menangis karena menahan diri  karena ingin memukul mereka dan melakban semua mulut mereka satu persatu. Setelah mereka puas memarahiku, karena mungkin itu yang ditunggu-tunggu, momen dimana aku melakukan kesalahan dan mereka memarahiku abis-abisan.. dan tinggal lah aku dan Vivi di kelas beberapa menit kami hanya diam, aku melirik Vivi yang jidatnya berkerut dan tampak berfikir sambil menggigit kuku telunjuknya, dia memang selalu melakukan itu setiap hari, sudah kebiasaannya. Aku pun ikut memikirkan bahwa tidak mungkin aku mengambil pom-pomku atau meminta tolong orang rumah membawakannya untukku karena sebentar lagi pun kelas kami yang akan tampil dan jarak dari rumahku ke sekolah pun jauh, kita gak mungkin punya waktu.. lalu pada akhirnya kami pun memutuskan keluar dari kelas dan bersiap ke panggung seni, karena mungkin beberapa menit lagi giliran kelas kami yang akan tampil. Lalu apa yang paling keren dari momen ini? Bahwa seolah-olah seorang malaikat masuk kedalam diri Vivi, lalu dia tampak bercahaya, matanya berkaca-kaca dan dia menarik tanganku sambil bilang “Aku punya ide.. ayo ikut aku” dan aku pun mengikuti dengan pasrah karena perasaanku masih kacau dengan tampang superkusut.. aku mengikuti langkahnya, ikut berlari.. aku pun bertanya..
        “Mau kemana sih Vi?? Bentar lagi giliran kelas kita loh?”
        “Di deket situ tuh, ada yang jual kertas krap, kita beli aja yuk, paling juga berapa ribu, gimana menurutmu?
Saat itu juga aku hanya bisa mengangguk, ingin rasanya menangis dan memeluk temanku ini, sambil bilang “kau teman yang hebat.. sungguh ide paling brilian dan kau sungguh baik sekali memikirkan semua ini untukku” tapi aku hanya bisa mengangguk dan bilang “Ide bagus.. yuk” sambil lari masuk ke sebuah toko yang khusus menjual seperti kertas kado dan kertas krep tentunya.. dan kami pun berhasil menciptakan pom-pom tersebut… Vivi tersenyum sambil bilang
“Beres kan? Hehehe”
aku nyaris menangis bahagia.. tapi aku hanya terkulai lemah.. sambil bilang
“makasih ya vi.. makasih banget..ide mu keren banget deh serius”
“Oh iya dong.. Vivi pinter kaan hehehe..“
“Pinteeeeer banget seriusan aku gak tau lagi harus gimana kalo gak ada kamu Vi..”
“Hehehe.. yaudah kalo gitu kamu jangan sedih lagi ya, yuk kita gabung sama yang lain”
Kami pun bergabung ke belakang panggung, dengan spontan 4 bidadari tersebut menunjukan ekspresi malaikat kearahku dan bilang “Lah itu pom-pom nya bawa?” aku langsung bilang “Barusan bikin kok sama Vivi” dan mereka hanya ber “OHH” “OHH” saja.. saat itu aku merasa kesal dan ingin menjawab dengan kalimat
        “Kenapa nanya-nanya, bisanya Cuma marah-marah doang.. mending ngasih ide, ini aku dimarah-marahin.. gak tau diriiiiii bangeeeeet siiih iiiih gemeeess tauu gakk siiih… emang nya kalo dimarah-marahin pom-pom nya bisa datang dengan sendirinya?? Dasar 4 orang BODOOOOHHH….BODOOOHH..” aku mulai merasa ingin melempar pom-pom ini tapi rasanya gak akan sakit, maka dari itu niatnya diurungkan… dan kami pun bisa dibilang sukses lah karena gak ada bencana lain diatas panggung.. jadi ya penampilannya entahlah kayak apa, soalnya aku benar-benar sudah tidak perduli sama tarian bodoh atau aku terlihat konyol di atas panggung, yang aku tahu bahwa tadi malaikat penolong masuk ke tubuhnya Vivi dan menolong ku.. dan aku aku merasa saat itu Vivi bener-bener super hero ku banget saat itu, dan aku belajar banyak hal hari itu.. bahwa teman yang hadir di masa sulit itu memang ada.. Tuhan akan selalu menitipkan malaikatnya untuk menolong orang yang membutuhkan.. mungkin sekarang malaikat itu sudah bersembunyi lagi disuatu tempat… 

Jumat, 14 September 2012



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..


*Gue suka banget sama puisi ini ^^ #Michieyo*

Jumat, 07 September 2012

I Miss My Mom


Ketika terkadang aku melihat seorang anak yang tampaknya sedang jalan-jalan sore sambil menggandeng tangan ibunya.. aku merasa rindu.. beberapa waktu kemudian saat pulang sekolah, dan sesampainya di rumah, Ibu nya pun sudah menyambut dengan senyuman dan pelukan hangat.. aku pun teringat ibuku lagi, memeluknya adalah momen dimana seluruh kelelahan seharian yang penuh kesuntukan di sekolah akan lenyap seketika saat bertemu Ibu dan memeluknya.. saat aku bilang 'Mam.. aku capek" dia tersenyum dan dengan lembut "Mama ambilin nasi ya..." dia tau aku adalah anak yang malas ngambil makanan sendiri apalagi setelah pulang sekolah.. gak heran kalau aku sangat kurus.. #menyedihkan.... dan saat seorang Ibu bercanda dengan anaknya.. aku nyaris menangis.. aku sedih.. kenapa ibuku begitu jauh.. aku terlalu rindu, tak sanggup hati ini untuk mengingat semuanya aku terlalu lelah untuk menangis.. aku merindukan ibuku yang jauh disana... aku terlus memluk boneka ku.. berharap saat terbangun aku bisa melihat wajah Ibuku.. mendengar omelannya lagi, mendengar tawanya lagi, mendengar candanya lagi.. aku terlalu sedih.. terlalu sedih dan akhirnya hanya bisa terlelap dibalut selimut dengan air mata yang tak sanggup untuk keluar lagi.. terlalu lelah untuk menangis dan akhirnya hanya bisa tertidur... dan berharap... I Really Miss You Mom...